Perkenalkan saya Ratri Kusumawardani, tinggal di desa Kemiri Lor, Kec. Kemiri, Kab. Purworejo. Saya mempunyai 2 orang anak hasil dari pernikahan dengan suami saya satu-satunya yang sangat setia. Saya dan Suami saat ini memiliki usaha yang kami berinama CV. Arona Fawwazindo Parama (CV. Arona), yang berlokasi di Ds. Bedono Karangduwur Kec. Kemiri, Kab. Purworejo. Usaha kami bergerak di Bidang Makanan ringan, utamanya sebagai produsen Aneka Peyek dengan brand BERKAH PEYEK. Di sini ijinkan saya ingin sedikit share perjalanan saya merintis usaha yang ternyata tidak semulus gadis korea.

Ketika itu saya masih bekerja sebagai karyawan di perusahaan swasta di daerah kami. Dari kesukaan saya akan makanan pedas, saya coba inovasikan ke sebuah produk camilan tradisional yang sebetulnya sudah ada sejak dulu yaitu peyek. Peyek yang selama ini kita temui rata-rata dengan varian kacang tanah, udang rebon atau bayam, saya buat dengan varian peyek Lombok.

Awalnya produk sekedar kami tawarkan ke teman-teman sekedar tes rasa, lama-lama banyak yang pesan, dukungan media sosial juga mempercepat produk kami menjadi mudah dikenal masyarakat. dari situ sedikit-demi sedikit mulai ada yang memesan, walaupun belum rutin tiap hari tapi saya cukup bangga produk buatan sendiri banyak yang suka.

Tahun 2015 sering sebut sebagai awal berdirinya usaha kami, karena tahun itu kami mulai memproses perijinan berusaha, yang itu artinya kami mulai anggap serius, kalau sekedar coba-cobanya sih sejak dibangku kuliah sudah mencoba berbagai usaha seperti jualan pulsa, baju-baju, emping mlinjo dll, bahkan sejak SD sudah sering bantu Ibu bawain jajanan ke sekolah. Karena saya usaha makanan ya ijin yang saya tahu waktu itu PIRT.

Dalam proses mengurus ijin PIRT, ternyata sebelumnya ada pelatihan dulu bersama teman-teman pelaku UMKM seperjuangan. Dari situ saya merasa tidak sendiri. Selain mempunyai komunitas UMKM, produk kami juga terdata di Dinas UMKM Purworejo, kalau ada info-info terkait perkembangan usaha baik pameran maupun pelatihan-pelatihan kami ditawari untuk bergabung. Sejak waktu itu pesanan mulai banyak berdatangan.

Menjadi seorang pekerja dan juga pengusaha (walau masih awal) cukup banyak menyita energi kami. Tuntuan sebagai pekerja jam 06.00 harus sudah keluar rumah menuju tempat kerja, pulang kerja juga seringnya sudah menjelang adzan maghrib, bahkan sesekali juga sampai malam kalau ketika ada tuntutan lembur. Terus kapan bikin peyeknya, kalian tentu bisa menebak, malam harilah kami memproduksi. Kalau diceritakan detail ya jadi senyum-senyum sendiri, jadi pulang kerja biasanya sambil belanja bahan baku, kebetulan ada yang buka sampai malam, kemudian di rumah setelah sholat Isya’ racik-racik, bikin adonan, goreng, kemas, pagi hari sambil berangkat kerja sekalian distribusi peyek. Alhamdulillah suami cukup mengsupport, walau sekedar jagain anak-anak itu sudah berharga banget.

Proses seperti itu kami lalui beberapa bulan, sampai kemudian mb Ulfah yang biasanya kami pasrahi buat jagain anak-anak saya ajari buat bantu produksi. Ini cukup mengurangi proses malam hari, jadi pagi kami buatkan adonan, sore produk sudah tinggal kemas. Namun dalam berjalannya waktu usaha ini membutuhkan kehadiran saya sendiri untuk lebih banyak terjun langsung, maka pada pertengahan tahun 2018, saya memutuskan untuk resign dari pekerjaan, dan fokus menekuni usaha.

Setelah bisa lebih fokus, kami melakukan pembenahan di banyak hal, dari tempat produksi yang tadinya hanya memanfaatkan dapur yang buat masak, kami menyewa satu rumah yang tidak begitu jauh untuk tempat produksi, tim produksi juga kami perbanyak, tim sales ada sendiri, dan tim support di manajemen ada manajer pemsaran, operaional dan HRD. Kami juga melakukan berbagai upaya peningkatan kapasitas SDM baik dari dalam maupun mendatangkan nara sumber dari luar.

Usaha tidak akan mengkhianati hasil, pelan-pelan omset kami naik, sehingga awal 2019 kami terpaksa harus pindah lokasi lagi yang lebih luas dan lebih layak sebagai tempat usaha yang kami tempati sampai saat ini.

Namun menjadi seorang pengusaha tidak boleh lengah, seperti saat ini raja api menyerang, pandemi COVID 19 menghantam semua lini usaha, siapapun tentu merasakan efek ke usahanya, tidak peduli usaha besar maupun kecil.
Yang penting jangan pernah menyerah dan selalu ingat dengan yang maha kuasa, karena kita ini hanya wayang yang harus mengikuti lakon Sang Dalang